Breaking News:
RSS
Tools
Mar 12
Indonesia Bakal Kebanjiran Produk China PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 20 December 2009 21:15

Akibat FTA yang akan diberlkaukan segera, produk_chinaIndonesia diperkirakan akan kebanjiran produk China bila daya saingnya tidak segera diperbaiki menyusul adanya kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China. Tanpa itu pun, produk China sudah “mengepung” Indonesia .

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Harry Warganegara menanggapi kesepakatan FTA ASEAN-China yang segera diputuskan pemerintah awal tahun depan.

Harry mengatakan, Indonesia sebaiknya melakukan pembenahan dulu sebelum bersaing dengan China. Dia mengatakan, pelaku usaha kecil menengah (UKM) belum siap sepenuhnya menghadapi perdangan bebas itu sebab ongkos produksi dan biaya modal (cost capital) masih terlalu tinggi. “Faktor ini yang membuat harga produk kita belum bisa bersaing,” kata Harry di Nanning, Guanxi, China, Selasa 15 Desember 2009.



HIPMI mengatakan, selain masalah energi yang belum sepenuhnya tersedia bagi pelaku usaha, biaya produksi masih sangat tinggi, sebab tidak ditopang oleh ketersediaan bahan baku, tingginya pungutan liar (di masyarakat, pelabuhan, dan birokrasi), buruknya infrastruktur, serta masih tingginya bunga kredit UKM yang rata-rata di atas 16 persen.

“Jadi, HIPMI berharap agar instansi terkait melakukan pembenahan dulu di Tanah Air sebelum menghadapi China yang jauh lebih siap menghadapi persaingan bebas itu,” ujar Harry.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa mengatakan, FTA ASEAN-China akan menciptakan 1,7 miliar konsumen di kawasan dengan Gross Domestic Product (GDP) kawasan sekitar US$ 2 trilliun . FTA juga akan menciptakan nilai perdagangan sebesar US$ 1,23 trilliun.

FTA ini akan menjadi yang  terbesar secara populasi sedunia. “Beberapa negara Asean bisa memanfaatkan peluang ini seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam,“ kata Erwin. 

Namun, HIPMI melihat diperlukan terobosan secara radikal dari pemerintah untuk membuat pelaku usaha, utamanya UKM, agar bisa bersaing di tingkat regional. Sebab waktunya sudah sangat singkat. Dia mengatakan, masih banyak produk UKM nasional sulit bersaing di tingkat nasional, apalagi secara regional. 

“Tanpa perdagangan bebas saja produk China sudah sangat murah apalagi dengan perdagangan bebas,” tambah dia. 

China merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia. Sedangkan kawasan ASEAN merupakan mitra dagang dan investasi terbesar keempat China.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated on Sunday, 07 February 2010 12:06