|
Timor Leste reekspor produk UKM RI |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 07 February 2010 11:07 |
|
JAKARTA Indonesia harus bisa memanfaatkan hubungan kerja sama dengan Timor Leste di bidang koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) untuk lebih meningkatkan pemasaran produk atau komoditas unggulan dari sektor riil.
Halomoan Tamba, Asisten Deputi Urusan Perdagangan Dalam Negeri, menjelaskan Timor Leste bisa difungsikan sebagai ujung tombak pemasaran produk Indonesia dengan memanfaatkan hubungan baiknya terhadap negara-negara tertentu.
"Selama ini kita kesulitan menembus pasar Australia. Melalui Timor Leste peluang pemasaran kita terbuka, terutama komoditas yang hampir sama dengan yang dihasilkan negara tersebut. Misalnya kain tenun dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT)," ungkap Tamba pekan lalu.
Ciri khas kain tenun antara NTT dan Timor Leste hampir sama, dan negara tersebut harus bersedia membantu Indonesia untuk memasarkannya. Di samping kain tenun, masih banyak produk lain yang memiliki kemiripan dengan daerah wilayah timur Indonesia.
Jika penegasan itu tidak diberlakukan terhadap Timor Leste, kerja sama di bidang ekonomi KUKM tersebut hanya akan memberi keuntungan sepihak kepada bekas negara yang pernah jadi bagian wilayah Indonesia itu."Artinya, mereka melakukan reekspor produk KUKM kita ke negara sahabatnya, termasuk Australia. Namun, kita harus mematuhi regulasi internasional tentang orisinalitas ba-han baku maupun memperhatikan aspek kesehatan. Harus ada sertifikasinya," tukas Tamba.
Regulasi itu merupakan syarat perdagangan internasional dan ha-rus dipatuhi. Tidak boleh ada unsur yang membahayakan kesehatan manusia dari pemakaian bahan baku produk. Jika hal tersebut ndak diperhatikan, setiap produk tidak akan diterima pasar.
Strategi lain yang bisa ditawarkan adalah memfasilitasi pembangunan wisma dagang {trading house) di Timor Lesie. Meski pasar produk Indonesia di negara tersebut kecil, langkah tersebut perlu dilakukan sebagai antisipasi peluang ke depan.
"Mereka mestinya mau memfasilitasi dengan menyediakan lahan untuk dibangun, dan biayanya dari Indonesia. Dengan demikian Timor Leste akan memiliki nilai bagi pasar produk KUKM kita. Ini sangat penting untuk mengembangkan produk dari kawasan timur Indonesia."
Tentang kesiapan produk Indonesia memasuki pasar Timor Leste, Tamba mengemukakan, tidak perlu diragukan, karena dalam beberapa hari saja bisa dikirim. "Yang perlu kita ketahui adalah, bagaimana kesiapan mereka menerima produk Indonesia setelah hubungan kerja sama bisnis dibuka." Penandatanganan kerja sama di bidang KUKM antara kedua negara dilakukan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dengan Menteri Ekonomi dan Pembangunan Timor Leste Joah Mendes Goncalves pada 27 Januari.
(bisnis Indonesia)
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 11:23 |