|
|
|
Ada 303 Jenis Produk Diusulkan Ditunda |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 20 December 2009 21:23 |
|
Indonesia memang tidak menunda pelaksanaan perdagangan bebas (FTA) dengan ASEAN dan China, tapi dari sekitar 2.500 sektor perdagangan, ada sekitar 303 pos tarif atau jenis produk jadi yang masih dikaji.
|
|
Last Updated on Sunday, 20 December 2009 21:29 |
|
Read more...
|
|
Indonesia Bakal Kebanjiran Produk China |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 20 December 2009 21:15 |
|
Akibat FTA yang akan diberlkaukan segera, Indonesia diperkirakan akan kebanjiran produk China bila daya saingnya tidak segera diperbaiki menyusul adanya kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China. Tanpa itu pun, produk China sudah “mengepung” Indonesia .
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Harry Warganegara menanggapi kesepakatan FTA ASEAN-China yang segera diputuskan pemerintah awal tahun depan.
Harry mengatakan, Indonesia sebaiknya melakukan pembenahan dulu sebelum bersaing dengan China. Dia mengatakan, pelaku usaha kecil menengah (UKM) belum siap sepenuhnya menghadapi perdangan bebas itu sebab ongkos produksi dan biaya modal (cost capital) masih terlalu tinggi. “Faktor ini yang membuat harga produk kita belum bisa bersaing,” kata Harry di Nanning, Guanxi, China, Selasa 15 Desember 2009.
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 12:06 |
|
Read more...
|
|
|
Tunda Produk UKM Makanan dan Garmen |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 20 December 2009 21:13 |
|
Pemerintah memutuskan akan menunda sebanyak 303 pos tarif (jenis produk) dari delapan sektor usaha plus 11 pos tarif (jenis produk) dari industri kecil dan menengah dalam implementasi skedul Normal Track 1 (NT1) perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) Asean-China.
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 12:05 |
|
Read more...
|
|
Neraca Dagang Tekstil RI Terancam Defisit |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 20 December 2009 21:11 |
|
Perdagangan bebas Asean-China (Asean China Free Trade Agreement/FTA) dipastikan akan terus memperbesar defisit neraca perdagangan produk tekstil dan garmen RI-China.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy menuturkan, defisit neraca perdagangan telah terjadi sejak 2006, jauh sebelum implementasi Normal Track 1 (NT1) FTA Asean-China yang berlaku 1 Januari 2010.
|
|
Last Updated on Sunday, 07 February 2010 12:05 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |