Breaking News:
RSS
Tools
Mar 12
Kerja Keras adalah Energi Kita
Pertamina dan Tonggak Kejayaan Bangsa PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 20 December 2009 07:17
indonesia_jayaBangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Pada jaman Majapahit dimana luas negeri hingga mencakup Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, dan Borneo. Saat ini kondisi negeri sedang benar-benar dalam kondisi terpuruk. Nama Indonesia yang sempat dianggap sebagai macan Asia, sekarang mungkin hanya dianggap anaknya macan. Dimana aumannya tidak membuat musuh takut tetapi malah justru membuat mereka terhibur.

Apakah Indonesia mampu menegakkan namanya kembali? Bukan pertanyaan mudah untuk dijawab.

Fakta menunjukkan bahwa daya saing SDM Indonesia berada pada peringkat 102 dari 162 negara (Data PBB Human Development Report). Posisi ini mengindikasikan bahwa tingkat harapan hidup, tingkat perkembangan ilmu, dan tingkat standar hidup rakyatnya masih sangat tertinggal dibanding bangsa bangsa lain. Kinerja ekonominya belumlah dapat dibanggakan. Pendapatan per kapitanya pada tahun 1999 (PPP US$) adalah sebesar US$ 2.857. Ini lebih rendah dari pendapatan per kapita Cina yaitu sebesar US$ 3.617. Pendapatan per kapita Indonesia jauh di bawah p.endapatan per kapita sebuah negara maju, Norwegia, umpamanya, dengan pendapatan per kapita US$ 28.433. Kesejahteraan penduduknya juga masih jauh dari harapan. Utang luar negerinya cukup besar. Indonesia harus mengeluarkan tiap tahun setidak tidaknya 30,3% dari hasil ekspor barang dan jasa untuk membayar utangnya. Pada saat yang sama India hanya mengeluarkan 15% dan Cina sebesar 9% dari hasil ekspor barang dan jasa untuk membayar utangnya. Singkatnya secara ekonomi Indonesia merupakan suatu negara miskin tetapi mempunyai utang besar. Di sektor sosial, kinerja Indonesia juga belum membanggakan. Kematian bayinya masih cukup tinggi yaitu 38 per seribu kelahiran hidup pada saat Norwegia memiliki 4 per seribu kelahiran hidup. Jumlah bayi yang meninggal di bawah lima tahun adalah 52 pada saat Norwegia berjumlah 4. Kematian ibu melahirkan adalah 450 per seratus ribu kelahiran hidup pada saat Norwegia memiliki hanya 6 per seratus ribu kelahiran hidup. Di bidang pendidikan Indonesia juga tertinggal dibanding Cina, apalagi dibanding negara maju seperti Norwegia. Tidaklah mengherankan bahwa posisi dalam menciptakan, menyebarkan, dan memanfaatkan teknologi serta ketrampilan teknologi masih amat rendah. Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 72 negara yang diperbandingkan; Finlandia berada pada urutan ke-1 dan Mozambique pada urutan ke-72. (data Bapenas)

Dengan kondisi semacam ini, tentunya membuat kita semua prihatin. Tentunya bukan sekedar merenungi nasib dan saling menyalahkan. Tetapi justru harus bangkit dari keterpurukan dan kenistaan. Memberanikan diri menatap ke depan dan menghadapi fakta-fakta dan mengakui segala kekurangan. Bukan bertanya mengapa begini, mengapa begitu, tetapi bagaimana memberikan solusi terbaik. Langkah terbaik adalah HADAPI...dengan lapang dada.

Pertamina sebagai perusahaan BUMN terbesar harus bisa menjadi "the role model company" yang menjadi panutan bagi perusahaan BUMN lainnya. Salah satu caranya adalah memberikan comitment bahwa Pertamina adalah the clean company, jujur dan amanah. Anti Korupsi dan memberikan peluang kesempatan berkarya seluas-luasnya bagi anak negeri.

Ayo Pertamina Buktikan... Bisa

 

Last Updated on Tuesday, 05 January 2010 14:00